Berita Inovatif: health and exercise
Tampilkan postingan dengan label health and exercise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label health and exercise. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Maret 2025

4 Waktu Ideal Berolahraga saat Puasa agar Cepat Kurus

18.00 0
4 Waktu Ideal Berolahraga saat Puasa agar Cepat Kurus

Di luar mendapatkan ganjaran ibadah, bulan Ramadhan pun dapat menjadi waktu ideal untuk menurunkan berat badan. Lewat kombinasi diet seimbang serta latihan fisik yang sesuai, Anda memiliki kesempatan besar dalam proses pembakaran lemak. lho .

Mengutip laman The National News , berolahraga di waktu puasa juga dapat membantu menjaga tingkat energi. Selain itu, kondisi mental akan lebih sehat karena olahraga berpengaruh terhadap suasana hati ( mood ).

Namun, pemilihan waktu olahraganya harus tepat agar tidak menjadi bumerang untuk kesehatan. Yuk, catat waktu olahraga saat puasa untuk menurunkan berat badan yang ideal dalam artikel ini.

Waktunya Olahraga saat Bulan Puasa Untuk Mengurangi Berat Badan

Penelitian dalam jurnal bertajuk Fasting bergantian: makan sesuai jam untuk kesehatan dan performa olahraga Susunan Sumona Mandal dkk mengindikasikan bahwa selama masa berpuasa, stok glikogen dalam hati dan otot menjadi habis.

Itu mengindikasikan bahwa tubuh sudah memulai proses pembakaran lemak. Oleh karena itu, apabila Anda berolahraga, lemak ekstra tersebut akan turut terbakar sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Namun, hindarilah olahraga pada tengah hari, sebab kegiatan tersebut cuma akan membuat Anda makin lesu dan tak bugar saat menghadapi hari. Ahmed El Sayed, seorang personal trainer Di Fitness First, mereka merekomendasikan Anda untuk melakukan olahraga pada 4 momen ini supaya kesehatan tubuh terjaga dengan baik:

1. Sebelum buka puasa

Melakukan latihan fisik mendekati jam buka puasa sangat dianjurkan, karena Anda dapat langsung mengganti cairan tubuh yang terkuras. Di samping itu, berlatih dengan perut kosong memberikan lebih banyak keuntungan bagi program menurunkan berat badan.

Meskipun demikian, jenis olahraga apapun yang Anda jalani pada saat itu haruslah dengan tingkat kekuatan yang rendah. Pilih aktivitas fisik yang sederhana misalnya joging santai ataupun berjalan cepat. jogging ringan.

Anda pun dapat melaksanakan latihan kekuatan semisal bersepeda dan renang, ataupun latihan bobot layaknya mengangkat dumbbell. Tetapi, pahami kemampuan fisik Anda serta hindari hal-hal yang terlalu berlebihan.

2. Setengah jam usai berbuka

Saat satu jam pasca berbuka juga dipandang sebagai momen terbaik untuk melakukan olahraga. Bagi Anda yang menginginkan sesi angkat beban atau cardio dengan intensitas tinggi, periode ini sangat direkomendasikan.

Di awal sesi olahraga, alangkah baiknya jika Anda memakan camilan dalam porsi agak besar guna menyokong energi tubuh. Juga jangan lewatkan persediaan air minum secukupnya demi menjaga kelembapan tubuh dan terhindar dari kondisi dehidrasi.

3. Hasting malam menjelang fajar

Berlatih olahraga menjelang tengah malam atau kira-kira pukul 21:00 pun disarankan. Pada saat itu, makanan berbuka puasa Anda sudah mulai habis dicerna oleh tubuh, serta badan Anda cenderung lebih terhidrasi dengan baik.

Di samping itu, suasananya juga terasa lebih sejuk jadi kamu dapat berolahraga di luar ruang supaya tak merasakan kebosanan. Melakukan latihan secara moderat sebelum waktu tidur pun membantu kamu dalam mendapatkan kualitas istirahat yang baik. lho .

4. Sebelum sahur

Untuk Anda yang suka terjaga di waktu subuh, coba lakukan latihan fisik sesaat setelah bangkit tidur. Melalui metode ini, Anda bisa merasakan khasiat gerak badan saat lambung belum memuat apapun dan tubuh masih segar, mengingat stok tenaga dari sarapan malam kemarin masih cukup tersimpan.

Anda pun dapat meminum air ketika sedang berolahraga agar terhindar dari dehidrasi. Selanjutnya, lanjutkan dengan makan sahur guna mengisi kembali energi Anda.

5 Saran Olahraga dengan Dampak Rendah yang Cocok untuk Dilakukan Saat Berpuasa

Minggu, 02 Maret 2025

Mengatasi Kantukan Selama Puasa: Penyebab dan Solusinya

22.13 0
Mengatasi Kantukan Selama Puasa: Penyebab dan Solusinya

news212 Belum disadari ternyata sudah hampir menyentuh Bulan Suci Ramadan dalam waktu satu bulan lagi.

Sebagaimana dikenal, di bulan suci ini para Muslim akan menjalani puasa setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Umumnya, puasa di negara ini bertahan selama 12 sampai 14 jam tiap hariannya.

Jadi dalam jangka waktu tersebut, kita harus mengendalikan diri agar tidak makan maupun minum, lebih-lebih lagi menahan keingingan, sambil memperbanyak ibadah.

Menurut sumber NHS, mereka yang berpuasa sering kali merasakan dehidrasi karena tubuh tidak memperoleh cairan dari asupan makanannya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita meminum cukup air puting sebelum puasa dimulai untuk mencegah dehidrasi.

Di samping itu, selama bulan puasa pula sebagian orang mungkin akan sering kali merasakan kantuk secara lebih cepat, terlebih ketika sedang melakukan aktivitas. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Mudah Mengantuk dan Puasa

Selama berpuasa, manusia bisa mengalami beberapa hal seperti dehidrasi, peningkatan stres, rasa lapar, sakit kepala, serta kurang tidur pada malam hari atau bahkan insomnia.

Jika kita mengalami kesulitan tidur pada malam hari, otomatis waktu istirahat menjadi berkurang karena kita masih perlu bangun pagi untuk bersiap-siap sahur sebelum menjalankan ibadah puasa.

Ketika kebutuhan kalori bagi tubuh telah terpenuhi saat sahur, umumnya kita akan merasa bugar selama beberapa jam berikutnya.

Namun, banyak orang yang merasa mulai mengantuk ketika separuh waktu berpuasa telah dilewati.

Tentu saja faktor utamanya adalah kekurangan tidur atau kualitas tidur yang buruk .

Di samping itu, tubuh yang umumnya menerima energi pada waktu-waktu tertentu juga akan kehilangannya saat berpuasa.

Akibatnya, aliran darah dalam tubuh tidak mencapai tingkat kekuatan yang diperlukan untuk membawa oksigen menuju kepala. Hal ini pada gilirannya dapat memicu rasa pusing atau kantuk yang berlebihan.

Alasan lain kita sering merasa kantuk selama berpuasa mungkin karena hal-hal yang dimakan sebelum memulai puasa.

Sama seperti makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan gula terlalu tinggi dapat menaikkan level glukosa dalam darah secara cepat dan pada akhirnya menyebabkan rasa kantuk yang datang dengan mudah.

Apa Penyebab dan Bagaimana Mengatasinya Ketika Merasa Kantuk Selama Berpuasa?

Metode pencegahan yang sering digunakan adalah dengan mengatur pola makan pada waktu sahur atau sebelum berpuasa dimulai.

Pada saat berbuka puasa, sebaiknya kita memasukkan makanan dengan kadar serat yang cukup tinggi ke dalam menu. Misalnya buah-buahan dan sayuran sehingga proses pencernaannya menjadi lebih lambat dan dapat menjaga rasa kenyang untuk waktu yang lebih lama.

Di samping itu, buah dan sayuran kaya akan cairan yang dapat membantu menjaga kelembapan dalam tubuh.

Apabila hendak mengonsumsi karbohidrat, sebaiknya pililhlah karbohidrat kompleks contohnya seperti oats. Oatmeal dapat membantu menjaga perut tetap kenyang lebih lama serta mencegah rasa lapar berlebihan ketika sedang berpuasa.

Akhirnya, jangan lupa untuk mendapatkan istirahat yang mencukupi pada malam hari supaya badan tetap segar dan bertenaga ketika melakukan kegiatan sehari-hari.

Jadi, bila semua langkah tersebut diikuti dengan baik, rasa ngantuk yang ekstrem pada sore hari selama puasa perlahan-lahan akan berkurang sampai suatu ketika menjadi hal yang tidak lagi membingungkan.

Senin, 13 Januari 2025

Mitos Atau Fakta? Ahli Kesehatan Ungkap Keajaiban Alpukat Untuk Menurunkan Kolesterol

02.30 0
Mitos Atau Fakta? Ahli Kesehatan Ungkap Keajaiban Alpukat Untuk Menurunkan Kolesterol

Tingkat kolesterol dalam tubuh sebenarnya perlu terus dikontrol dan dipantau.

Sebab itu, kelebihan kolesterol dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan berat.

Menurut laporan dari TribunKaltara.co, kolesterol merupakan zat lemak yang dihasilkan oleh beberapa sel dalam tubuh kita.

Sesungguhnya, tubuh memerlukan kolesterol agar dapat menjaga keadaan yang baik.

Tetapi, apabila tingkat kolesterol berada pada level yang sangat tinggi, hal ini bisa menaikkan peluang terkena penyakit jantung, serangan strok, dan bahkan gangguan dalam aliran darah.

Itu terjadi karena kolesterol "buruk" yang dikenal sebagai Low-density Lipoprotein (LDL).

LDL membawa kolesterol ke berbagai area dalam tubuh, bertujuan untuk disimpan atau digunakan dalam perbaikan membran sel.

Namun, LDL bisa mengarah pada penumpukan tebal (plak) yang bakal menyebabkan penyumbatan arteri.

Ini adalah faktor-faktornya yang mengakibatkan penyakit jantung koroner.

Ada beberapa metode yang dapat diaplikasikan untuk mengurangi tingkat kolesterol dalam tubuh, termasuk dengan memakan buah alpukat.

Apakah memang alpukat dapat mengurangi tingkat kolesterol?

Menurut laporan dari Kompas.com, Naufal Muharam Nurdin yang merupakan dosen di Departemen Gizi Masyarakat pada Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan bahwa terdapat dua jenis kolesterol.

Kolestrol baik yang disebut HDL serta kolestrol buruk yang dikenal sebagai LDL.

Menurut dia, pola makan serta tipe lemak yang sering dikonsumsi juga berpengaruh pada rasio antara kedua jenis kolesterol di dalam tubuh individu tersebut.

"Bila kadar LDL naik sementara HDL menurun, hal tersebut dianggap buruk. Sebaliknya, apabila HDL mengalami peningkatan dengan berkurunya LDL, ini merupakan kondisi yang baik," jelas Naufal seperti dilansir dari kanal YouTube IPB TV pada Senin (7/3/2022).

Menurut dia, jenis makanan yang dapat memengaruhi peningkatan atau pengurangan kadar kolesterol berasal dari produk makanan yang memiliki lemak jenuh serta tidak jenuh.

Naufal menyebut bahwa alpukat memiliki lemak tak jenuh yang membuatnya bermanfaat bagi orang dengan kondisi kolesterol.

"Bila kita memakan banyak lemak jenuh, level LDL dalam tubuh bakal naik. Namun dengan konsumsi alpukat yang kaya akan lemak tak jenuh atau lemak sehat tersebut bisa menaikkan kadar HDL," papar Naufal.

Namun demikian, agar memperoleh manfaat optimal, orang dengan kadar kolesterol tinggi harus mengonsumsi alpukat berkualitas premium dalam jumlah yang sesuai.

Itu disebabkan oleh fakta bahwa alpukat adalah sumber karbohidrat atau energi dan juga kaya akan lemak.

Porsi yang ideal untuk memakan alpukat sebenarnya bergantung pada kebutuhan lemak harian setiap orang.

Dia berharap orang-orang dapat menukar lemak yang berasal dari makanan seperti gorengan, produk hewani, atau makanan dengan kadar lemak tinggi dengan lemak yang ditemukan dalam alpukat.

Akar lemaknya digantikan oleh lemak dari buah alpukat sehingga terjadilah substitusi.

"Disebutkan sebagai hal yang berlebihan apabila mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi serta jumlah alpukatnya pun besar, pada akhirnya konsumsi lemak kita akan menjadi sangat banyak," tambah Naufal.

Naufal mengambil contoh, jika kebutuhan kalorinya adalah 2.150 kalori, maka kebutuhannya akan sekitar 60 gram lemak.

Dari setiap 100 gram alpukat, terdapat kira-kira 6,5 gram lemak.

Sebagai contoh, jika Anda tidak memaksa diri untuk mengkonsumsi lemak sedikitpun dan mendapatkan semua asupan lemak hanya dari alpukat saja, maka makan sebanyak 1 kg pun tak menjadi masalah.

Namun, apabila mengonsumsi sumber lemak yang lain, memakan alpukat sebanyak 200 gram hingga 300 gram dapat dianggap berlebihan. Hal ini tergantung pada cara seseorang dalam mengonsumsi sumber-sumber lemak tersebut, jelas Naufal.

Naufal menyatakan bahwa hal terpenting adalah substitusi lemak sebab tubuh masih memerlukan lemak dan tidak harus dihindari.

Namun, masyarakat harus memilih lemak yang berkualitas, di antaranya dapat diperoleh dari alpukat.

(*)